Loading...

Rabu, 06 Februari 2013

Konsep Kurikulum


A.  Pengertian Kurikulum
Kurikulum berasal dari kata curir (pelari) dan curere (tempat berpacu), dan pada awalnya digunakan dalam dunia olahraga. Pada saat itu kurikulum diartikan sebagai jarak yang harus ditempuh oleh seorang pelari mulai dari start sampai finish untuk memperoleh medali/penghargaan. Kemudian pengertian tersebut diterapkan dalam dunia pendidikan menjadi sejumlah mata pelajaran (subject) yang harus ditempuh seorang siswa dari awal sampai akhir program pembelajaran untuk memperoleh penghargaan dalam bentuk ijazah.
Samid Humaedi Hasan (1988) mengemukakan empat dimensi kurikulum, yaitu :
1.    Kurikulum sebagai suatu ide atau gagasan
Pada dasarnya kurikulum adalah sekumpulan ide yang akan dijadikan pedoman dalam pengembangan kurikulum selanjutnya.
2.    Kurikulum sebagai suatu rencana
Kurikulum sebagai seperangkat rencana dan cara mengadministrasikan tujuan, isi, dan bahan pelajaran, serta cara yang digunakan untuk pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran guna mencapai tujuan pendidikan tertentu.
3.    Kurikulum sebagai suatu kegiatan atau realita
Kurikulum merupakan segala aktifitas dari guru dan siswa dalam proses pembelajaran di sekolah.
4.    Kurikulum sebagai suatu hasil
Kurikulum sangat memperhatikan hasil yang akan dicapai oleh siswa agar sesuai dengan apa yang telah direncanakan dan yang menjadi tujuan dari kurikulum tersebut.
Menurut Undang-undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional bahwa “kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu”.

B.  Komponen Kurikulum

`
1.    Komponen tujuan
Komponen tujuan berhubunga  dengan arah atau hasil yang diharapkan. Dalam skala makro rumusan tujuan kurikulum erat kaitannya dengan filsafat atau sistem nilai yang dianut masyarakat.
2.    Komponen isi
Komponen isi kurikulum lebih banyak menitikberatkan pada pengalaman belajar yang harus dimiliki oleh peserta didik dalam kegiatan proses pembelajaran.
3.    Komponen metode
Komponen metode berkaitan dengan strategi yang harus dilakukan dalam rangka pencapaian tujuan. Metode yang tepat adalah metode yang sesuai dengan materi dan tujuan kurikulum yang akan dicapai dalam setiap pokok bahasan.
4.    Komponen evaluasi
Melalui evaluasi dapat ditentukan nilai dan arti kurikulum, sehingga dapat dijadikan bahan pertimbangan apakah suatu kurikulum dapat dipertahankan atau tidak. Evaluasi merupakan komponen untuk melihat efektivitas pencapaian tujuan.

C.  Fungsi Kurikulum
·      Bagi guru, kurikulum berfungsi sebagai pedoman dalam melaksanakan proses pembelajaran.
·      Bagi kepala sekolah dan pengawas, kurikulum berfungsi sebagai pedoman dalam melaksanakan supervisi atau pengawasan.
·      Bagi orang tua, kurikulum berfungsi sebagai pedoman dalam membimbing anaknya belajar di rumah.
·      Bagi masyarakat, kurikulum berfungsi sebagai pedoman untuk memberikan bantuan bagi terselenggaranya proses pendidikan di sekolah.
·      Bagi siswa, kurikulum berfungsi sebagai berikut :
1.    Fungsi penyesuaian (the adjustive or adaptive function)
Kurikulum sebagai alat pendidikan harus mampu mengarahkan siswa agar mampu menyesuaikan dirinya dengan lingkungan, baik lingkungan fisik maupun lingkungan sosial.
2.    Fungsi Integrasi (the integrating function)
Kurikulum sebagai alat pendidikan harus mampu menghasilkan pribadi-pribadi yang utuh.
3.    Fungsi Diferensiasi (the differentiating function)
Kurikulum sebagai alat pendidikan harus mampu memberikan pelayanan terhadap perbedaan individu siswa.
4.    Fungsi Persiapan (the propaedeutic function)
Kurikulum sebagai alat pendidikan harus mampu mempersiapkan siswa untuk melanjutkan studi ke jenjang pendidikan berikutnya.
5.    Fungsi Pemilihan (the selective function)
Kurikulum sebagai alat pendidikan harus mampu memberikan kesempatan kepada siswa untuk memilih program-program belajar yang sesuai dengan kemampuan dan minatnya.
6.    Fungsi Diagnostik (the diagnostic function)
Kurikulum sebagai alat pendidikan harus mampu membantu dan mengarahkan siswa untuk dapat memahami dan menerima kekuatan (potensi) dan kelemahan yang dimilikinya.

D.  Peranan Kurikulum
Peranan kurikulum antaralain sebagai berikut :
1.    Peranan konseratif
Kurikulum dapat dijadikan sebagai sarana untuk mentransmisikan nilai-nilai warisan budaya masa lalu yang dianggap masih relevan dengan masa kini kepada para siswa.
2.    Peranan kreatif
Kurikulum harus mampu mengembangkan sesuatu yang baru sesuai dengan perkembangan yang terjadi, dan kebutuhan-kebutuhan masyarakat pada masa sekarang dan masa mendatang.
3.    Peranan kritis dan evaluativ
Kurikulum memiliki peranan untuk menilai dan memilih nilai, budaya serta pengetahuan baru yang akan diwariskan. Dalam hal ini, kurikulum harus turut aktif berpartisipasi dalam kontrol atau filter sosial.

Referensi :
Tim Pengembang MKDP Kurikulum dan Pembelajaran. (2009). Kurikulum & Pembelajaran. Bandung: Jurusan Kurtekpen UPI.
Tim Dosen Jurusan Administrasi Pendidikan.(2010).Pengelolaan Pendidikan.Bandung: Jurusan Administrasi Pendidikan UPI.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pages

Kimia Kuat Kuat, Kimia Kuat Kuat, Kimia Kuat Kuat !!!


Pages - Menu

Popular Posts

Blogger news

Blogroll

Blogger templates